Masa lalu tak pernah benar-benar menghilang
nampak, ghaib, dan begitu dalam.
Kecewa adalah pengkhianatan
pada luka yang kita buat sendiri
pada takdir yang kita pancang jauh-jauh hari
sebelum tiba detik ini
Kita tak pernah benar-benar bercita
juga cinta yang sama palsunya dengan senyum para pelacur
Masa adalah ruang yang tak terjamah
tempat kita berpijak adalah waktu yang terus kita ingkari
kemana arah tuju hidup ini?
Kepada siapa kita benar-benar bersyukur?
Kepada kepentingan? Pada hasil-hasil yang kita raih?
sesembahan baru satu-satu bermunculan di hati kita.
Hari yang tak pernah aku pikirkan
yang tak pernah aku harapkan
kini malah mewujud
sebentuk sampah
gelisah yang belum juga terjawab
Kemarilah kalian
kalian yang dulu menyangjung dan memujiku
kini semua-mua adalah reruntuhan
puing-puing yang tak lagi bisa dipugar
apa yang akan kalian katakan lagi padaku?
Sejarah sudah kukhianati
Cita dan cinta sudah jadi mayat di sini
Kita sudah sama-sama jadi robot
jadi budak pada syahwat dan ilusi
pada kenyamanan dan kemapanan
Kemarilah kalian
kalian yang pernah mengisi kecewa dan cemburuku
terbahaklah untuk cerita-cerita konyol yang aku ciptakan
dan nyanyikanlah belasungkawa atas kesepian yang memasungku
di sini jadi sendiri
polah-polah dunia dan uang berseliweran
jalan raya yang kiamat
memeluk tiang listrik
mengeja trotoar dan gerimis yang jarang-jarang nampak itu
satu-satu sahabat pergi
jiwa juga tak pernah terkecup kasih atau sayang
tepian sungai yang mengering di musim panas
tumbuh, tumbuhlah diriku jadi perdu di sahara...
Kairo, 9 Juni 2011
0 Komentar