Advertisement

Responsive Advertisement

Terpasung Rindu

Inikah? ini jiwa gemericik sendiri

terpasung rindu tanpa bisa merubah keadaan

di sinikah? di sini kering gersang baru kusadari

tanpamu sungguh tidak biasa



seperti malam-malam sebelumnya

aku masih bisa bersentuhan dengan haribaanmu yang hangat

aku masih bercengkrama dengan rinai tawa dan riangmu yang bungah

langkah tiba-tiba tercekat pucat tak berdarah

ritual cinta kita tiba-tiba koyak



kau sudah membiarkan malam-malam ini berlalu

tanpa menghadirkan dirimu dalam pelukku

kau hanya jadi bintang yang menunjukkan aku pada malam-malam yang suram

kau hanya jadi bulan yang menceritakan padaku masa-masa terkenang



sungguh, sungguh ini tak biasa

di bangunku tak ada dirimu yang jadi mentari

di lelapku tak ada dirimu yang menghiasi mimpi



haruskah, dan ternyata kuharus berpetualang tanpamu

tanpa ada dirimu yang menuntun langkahku di lorong kota tua ini

sungguh aku tak bisa menerjemahkan bisikan dinding-dinding tua tanpa dirimu

sungguh aku tak bisa mengeja kaligrafi mihrab-mihrab klasik tanpa bibirmu

tapi ternyata kau memang harus beristirahat lebih lama

untuk lebih lama lagi menyiksa asmaraku

sementara menara-menara di luar sana terus memanggilku



oh kekasih

sampai kapan kau pasung diriku

dalam rindu tanpa tepi ini...



Kairo, 1 Mei 2011

Dalam kerinduan padamu, semoga lekas sembuh dan kembali menemaniku berpetualang...

Posting Komentar

0 Komentar